Ada saat-saat di rantau ketika hal-hal kecil tiba-tiba terasa besar.
Ada saat-saat di rantau ketika hal-hal kecil tiba-tiba terasa besar.
Hujan pertama di musim gugur yang membuat ingat hujan tropis. Bau dapur tetangga yang mendadak membawa kembali ke meja makan di rumah, dua puluh tahun lalu. Lagu dangdut yang muncul di playlist Spotify — entah dari mana, mungkin algoritma yang lebih tahu kita dari diri sendiri.
Atau sebaliknya. Ada saat di mana hal-hal yang dulu biasa di Indonesia, tiba-tiba terasa asing setelah lama tidak melihatnya. Cara orang berbicara terlalu cepat. Cara orang menanyakan kabar tapi tidak menunggu jawaban. Cara orang membahas politik di angkot.
Yang merantau tahu, ada banyak versi diri yang hidup berdampingan. Satu yang fasih bahasa setempat dan mengangguk pada cuaca minus dua belas. Satu lagi yang masih bisa marah dengan irama yang sangat Indonesia, walaupun sudah belasan tahun di luar.
Diaspora Glaspop adalah ruang untuk versi-versi diri itu. Yang ingin menulis. Yang ingin dibaca. Yang ingin tahu bahwa ada orang lain dengan pengalaman serupa di belahan bumi yang sama sekali berbeda.
Tidak harus tulisan akademis. Tidak harus puitis. Bisa cerita pasar, cerita kantor, cerita ngobrol dengan loper koran. Bisa tulisan satu paragraf, bisa esai panjang yang ditulis di malam-malam saat tidak bisa tidur.
Kami menunggu.
Tinggalkan Komentar